Abstrak rahmawati haruna


download 0.58 Mb.
jenengAbstrak rahmawati haruna
Kaca1/14
KoleksiAbstrak
s.kabeh-ngerti.com > Astronomi > Abstrak
  1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   14




PROXIMITY DAN KANDUNGAN SOSIOEMOSI ISI PESAN ELECTRONIC MAIL (E-MAIL)

di MAILING LIST UNHAS-ML

Studi Analisis Isi dan Survei Pendapat Anggota mailing list UNHAS ML

RAHMAWATI HARUNA




PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2004
PROXIMITY DAN KANDUNGAN SOSIOEMOSI ISI PESAN ELECTRONIC MAIL (E-MAIL)

di MAILING LIST UNHAS-ML

Studi Analisis Isi dan Survei Pendapat Anggota mailing list UNHAS ML

Tesis
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar Magister


Program Studi

Ilmu Komunikasi

Konsentrasi Komunikasi Massa

Disusun dan diajukan oleh
RAHMAWATI HARUNA
Kepada


PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2004

ABSTRAK



RAHMAWATI HARUNA. Proximity dan Kandungan Sosioemosi Isi Pesan E-mail di Mailing List UNHAS-ML (Studi Analisis Isi dan Survei Pendapat Anggota Mailing List UNHAS-ML) (dibimbing oleh Sutiono Sinansari ecip dan Andi Alimuddin Unde)
Mailing list merupakan penggunaan e-mail untuk forum diskusi yang besar, selanjutnya menjadi aplikasi dasar utama dalam pembentukan berbagai komunitas cyber. Mailing list UNHAS-ML, merupakan mailing list yang sangat beragam kandungan sosioemosinya, mulai dari sosioemosi musibah, ketegangan, pengurangan ketegangan, persetujuan, pemberian dan permintaan informasi.

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab masalah-masalah yang telah dirumuskan. Secara rinci tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah (1) menjelaskan topik-topik yang dominan menjadi topik perdebatan di mailing list UNHAS-ML (2) mengkaji pengaruh dan faktor proximity yang dominan mempengaruhi minat para anggota grup dalam menanggapi suatu pesan dan (3) mengkaji jenis-jenis proximity yang mempengaruhi keberpihakan anggota grup terhadap isi pesan.

Populasi penelitian ini adalah keseluruhan e-mail yang terposting di mailing lsit UNHAS-ML kurun waktu 1 September 1999 – 31 Desember 2002, populasi survei pendapat adalah seluruh anggota mailing list UNHAS-ML yang turut mengirimkan pesan yang mengandung sosioemosi ketegangan dan menunjukkan keberpihakan mereka pada anggota yang lain selama kurun waktu yang diteliti.

Untuk menjawab masalah-masalah yang telah dirumuskan, digunakan metode analisis isi terhadap keseluruhan e-mail yang menjadi sampel penelitian, kemudian mengelompokkan isi e-mail yang memiliki pembahasan yang sama. Kandungan sosioemosi ketegangan untuk setiap e-mail didasarkan pada teks atau isi e-mail yang memiliki makna emosi negatif yang tecermin dari diksi yang digunakan. Terhadap hasil kuesioner anggota mailing list UNHAS-ML untuk mengetahui pengaruh faktor proximity dilakukan dengan menghitung jawaban responden menurut tingkat mempengaruhi dan tidak mempengaruhi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa, isu-isu yang banyak menjadi topik perdebatan dan mengandung sosioemosi ketegangan di mailing list UNHAS-ML adalah topik-topik yang menyangkut citra dan pengembangan UNHAS, sedangkan jenis kedekatan yang dominan melatarbelakangi dan mempengaruhi anggota grup dalam menanggapi pesan dan menunjukkan keberpihakan mereka terhadap anggota lain yaitu kedekatan sosial dan kedekatan psikologi.

ABSTRACT



RAHMAWATI HARUNA. Proximity and Socioemotional Content The Electronic Mail (E-mail) Messages in Mailing List UNHAS-ML ( Study Analyse the Content and Survey The Opinion of Member of Unhas Mailing List (Supervised by Sutiono S. ecip And Andi Alimuddin Unde)
Mailing list represents the e-mail use for the forum of big discussion, and become the basic application in forming various community cyber. UNHAS mailing list, UNHAS-ML, represents a very obstetrical immeasurable mailing list of socio emotional content starting from solidarity, tension, tension relief, agreement and giving or asking information.

The research aims to answer the problems which have been stated. In detail, the target in to be achieved in this research are (1) explaining dominant topics of debate in UNHAS mailing list, UNHAS-ML (2). studying influence and dominant proximity factor influencing the enthusiasm of all group member in answering the message and study the type of proximity influencing preferences of all group member to content .

Research population is the overall of electronic mail (e-mail) content in UNHAS mailing list, UNHAS-ML from 1 September 1993 - 31 December 2002, population of opinion survey is all member of UNHAS mailing list, UNHAS-ML which partake to deliver the messages content of socioemotional tension and show their preference of other member during range of time.

To answer the problem which have been stated, a content analysis for overall of electronic mail (e-mail) is used for sample research, then group the electronic mail (e-mail) content with similar content.. Content of socioemotional tension to each every electronic mail (e-mail) based on a text or the electronic mail (e-mail) content which has negative emotional meaning which represent the diction used. To result of questionnaire of member of mailing list to know the influence of proximity factor conducted by calculating respondent answer according to influence and not influence level.

Result of research, indicating that event which mostly become a debate of this topic and contain the socioemotional tension in UNHAS mailing list, UNHAS-ML are are topics which is concerning image and development of dominant UNHAS and type of proximity which becomes the background and influence the group member in answering the message and show their preference to other member that is social proximity and psychology proximity.

PRAKATA



Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan selesainya tesis ini.

Gagasan yang melatarbelakangi tajuk permasalahan ini timbul dari hasil penelitian kecil yang telah dilakukan penulis sebelumnya. Penulis bermaksud mengungkapkan faktor proximity yang mempengaruhi minat para anggota grup dalam menanggapi suatu pesan dan keberpihakan anggota grup terhadap anggota lain di mailing list UNHAS-ML.

Banyak kendala yang dihadapi penulis dalam rangka penyusunan tesis ini, namun berkat bantuan berbagai pihak, tesis ini dapat selesai. Dalam kesempatan ini, penulis dengan tulus menyampaikan terima kasih secara khusus kepada orang tua penulis, H. Haruna dan H. St. Haniah atas segala kasih sayang, dorongan semangat, biaya, kesabaran, perhatian dan doa yang tak putus-putusnya diberikan kepada penulis. Demikian pula kepada saudara-saudara penulis; Dra. H. Sri Setiawati Haruna sekeluarga; Setiawan Haruna, SH sekeluarga; Drs. H. Adrian Haruna, MM, MBA sekeluarga, Drs. Ahmadi Haruna sekeluarga, Dra. H. Adriati Haruna sekeluarga; Drs. Jayadi Haruna sekeluarga, Ir. Murtina Haruna, M.Si; Budiman Haruna, SE, M.Si sekeluarga; Aisyah Haruna, SE, dan Rahmat Haruna, SE sekeluarga, terima kasih atas segala kasih sayang, dorongan dan bantuannya.

Selanjutnya ucaan terima kasih disampaikan kepada:

  1. Direktur Program Pascasarjana Unhas beserta seluruh jajarannya yang memberi perhatian besar pada proses penyelesaian studi penulis.

  2. Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi program Pascasarjana Unhas. Prof. Dr. Hafied Cangara, M.Sc

  3. Ketua komisi penasehat, Dr. Sutiono Sinansari ecip yang selalu memberi perhatian dan bersikap bijak atas setiap kendala yang penulis hadapi. Benar kata Bapak, “Jalan selalu ada kalau dicari”.

  4. Anggota komisi penasehat, Drs. Andi Alimuddin Unde, M.Si, yang selalu bersedia meluangkan waktunya untuk dapat ditemui dimana saja.

  5. Bapak Drs. A.R Bulaeng, M.S yang tidak henti-hentinya memberi dorongan, nasehat, bimbingan dengan tulus dan bersedia membagi ilmu dimana dan kapan saja.

  6. Bapak Dr. Ir. Rhiza. S. Sadjad, MSEE, berkat mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi yang beliau ajarkan, penulis mendapat inspirasi yang sangat berharga bagi penyusunan tesis ini. Demikian halnya segala bantuan yang diberikan demi penyelesaian tesis ini.

  7. Para responden yang tidak hanya bersedia meluangkan waktu untuk menjawab kuesioner penelitian, tetapi juga mengajarkan banyak hal baik berupa ilmu, maupun nasehat kepada penulis.

  8. Rekan-rekan angkatan 2001, special for Pestawati yang tulus membantu, penuh kesabaran menemani penulis melewati masa-masa sulit selama penyusunan tesis.

  9. Bapak Abd. Gaffar, M.Si, yang selalu memberi jalan keluar atas segala kendala yang penulis hadapi

  10. Kakanda, Nurdin, M.Pd, atas segala bantuan yang tak pernah putus. Setia menemani penulis selama penyusunan tesis tanpa rasa bosan dan tidak pernah lelah. Semoga semuanya dapat berlanjut hingga akhir.

  11. Kepada seluruh pihak yang tak dapat disebutkan saru per satu yang telah memberi dukungan kepada penulis hingga selesainya tesis ini.

Semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak.

Makassar, Februari 2004
Penulis

Rahmawati Haruna

DAFTAR ISI

halaman

JUDUL I

PENGESAHAN ii

ABSTRAK iii

ABSTRACT iv

PRAKATA v

DAFTAR ISI viii

DAFTAR TABEL xii

DAFTAR GAMBAR xiv

I. PENDAHULUAN


A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 8

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 9

II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Konsep Pesan Dalam Komunikasi 10

1. Teori-teori Pesan 12

a. Teori Pembuatan Pesan 13

b. Teori Penerimaan dan Pemrosesan Pesan 18

2. Studi Pesan 24

B Komunikasi Massa, Internet, e-mail sebagai Media

Teknologi Komunikasi Baru 27

C. Sejarah Singkat Mailing List UNHAS-ML 35

D. Kandungan Sosioemosi dalam E-mail 37

E. Proximity 38

F. Analisis Isi 41

G. Survei 44

H. Kerangka Berpikir 45

III. METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian 46

B. Tipe dan Dasar Penelitian 48

C. Populasi dan Sampel 48

D. Variabel Penelitian

E. Definisi Operasional Variabel 51

F. Unit Analisis 52

G. Kategorisasi 53

H. Kuesioner untuk Anggota Mailing List 54

I. Pengukuran dan Analisis 55

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian 57

  1. Deskripsi Mailing List UNHAS-ML dan

Karakteristik Responden

2. Topik Terpilih 64

B. Pembahasan Hasil Analisis 68

1. Kandungan Sosioemosi pada dua Topik Terpilih 68

a. Topik Website atau Situs UNHAS 68

  1. Topik Penganiayaan Mahasiswa Baru (MABA) Fakultas Teknik (Fenomena OSPEK) 94

  1. Faktor Proximity yang Mempengaruhi Anggota Grup Menanggapi Isi Pesan 104

  2. Faktor Proximity yang Mempengaruhi Keberpihakan Anggota Grup Terhadap Anggota yang lain 111

a. Faktor Proximity yang mempengaruhi keberpihakan Anggota Grup Terhadap Anggota yang lain pada Topik Webs UNHAS 112

b. Faktor Proximity yang Mempengaruhi Keberpihakan Anggota Grup terhadap Anggota Grup yang lain pada Topik Penganiayaan Mahasiswa Baru Teknik (Fenomena Ospek) 117
V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan 126

B. Saran 129

DAFTAR PUSTAKA 131

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL




Tabel halaman

2.1 Dua perspektif tentang komunikasi 10

4.1 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin 60

4.2 Karakteristik responden berdasarkan agama yang dianut 60

4.3 Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan 60

4.4 Karakteristik responden berdasarkan etnis/suku 61

4.5 Karakteristik responden berdasarkan usia 61

4.6 Partisipasi anggota grup dalam memberikan komentar 62

4.7 Partisipasi anggota grup dalam menyumbangkan tulisan atau artikel 62

4.8 Masa keanggotaan responden pada MI-UH 64

4.9 Distribusi responden berdasarkan topik yang dikomentari 67

4.10 Distribusi responden berdasarkan kelompok pada topic tertentu 67

4.11 Pengaruh faktor proximity terhadap anggota grup 106

4.12 Faktor kedekatan yang mempengaruhi atau melatarbelakangi anggota grup dalam menanggapi isi pesan pada topik I (topik website atau situs Unhas) kelompok A. 107

4.13 Faktor kedekatan yang mempengaruhi atau melatarbelakangi anggota grup dalam menanggapi isi pesan pada topik I (topik website atau situs Unhas) kelompok B 107

4.14 Faktor kedekatan yang mempengaruhi atau melatarbelakangi anggota grup dalam menanggapi isi pesan pada topik II (topik Penganiayaan Mahasiswa Baru Fakultas Teknik) kelompok A. 109

4.15 Faktor kedekatan yang mempengaruhi atau melatarbelakangi anggota grup dalam menanggapi isi pesan pada topik II (topik Penganiayaan Mahasiswa Baru Fakultas Teknik) kelompok B 110

4.16 Faktor kedekatan yang mempengaruhi keberpihakan anggota grup terhadap anggota yang lain pada topik I (topik website atau situs Unhas) kelompok A 115

4.17 Faktor kedekatan yang mempengaruhi keberpihakan anggota grup terhadap anggota yang lain pada topik I (topik website atau situs Unhas) kelompok B 116

4.18 Faktor kedekatan yang mempengaruhi keberpihakan anggota grup terhadap anggota yang lain pada topik I (topik Penganiayaan Mahasiswa Baru Fakultas Teknik ) kelompok A 121

4.19 Faktor kedekatan yang mempengaruhi keberpihakan anggota grup terhadap anggota yang lain pada topik I (topik Penganiayaan Mahasiswa Baru) kelompok B




DAFTAR GAMBAR




Gambar halaman

2.1 Kerangka Berpikir 30

3.1 Variabel Penelitian 33





BAB I
PENDAHULUAN

Pada bab I diuraikan mengenai latar belakang yang mendasari dilakukannya penelitian, rumusan masalah serta tujuan dan kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini.


A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin pesat dewasa ini telah membuat bola dunia terasa makin kecil dan ruang seakan menjadi tak berjarak lagi. Mulai dari wahana teknologi komunikasi yang paling sederhana berupa perangkat radio dan televisi hingga internet dan telepon genggam dengan protokol aplikasi tanpa kabel, informasi mengalir dengan sangat cepat dan menyeruak ruang kesadaran banyak orang. Perubahan informasi kini tidak lagi dalam skala minggu atau hari bahkan jam melainkan sudah berada dalam skala menit dan detik dan ini dapat diperoleh melalui sumber informasi yang disebut dengan internet.

Internet merupakan kumpulan atau jaringan komputer yang ada diseluruh dunia. Melalui teknologi ini, kita dapat merekam dan mendokumentasikan informasi melalui chip yang ada di komputer kemudian digabungkan dengan telepon, komputer, dan modem. Perkembangan internet yang begitu pesat dengan pemakai yang terus bertambah menjadikan aktivitas komunikasi data dan informasi semakin mudah dan cepat. Dewasa ini, diperkirakan ada lebih dari 30.000 jaringan dengan alamat lebih kurang 30 juta diseluruh dunia (http://www.rad.net.id/homes/edward/intnasic/1.htm). Data statistik yang diperoleh menunjukkan bahwa pada tahun 1995 terdapat 30 juta populasi pengguna dan 100 juta pengguna pada tahun 1998. Diperkirakan tahun 2010 semua orang akan terhubung ke internet dengan asumsi pertumbuhan setiap bulan sebesar 10% (http://www.ai3.itb.ac.id/news/sejarah_networklain.html).

Di Indonesia, pengguna internet menurut data asosiasi penyelenggara jasa internet di Indonesia (APJIT) tahun 1996 hanya 110.000 orang dan tahun 2002 meningkat menjadi 220.000 orang. Hasil survei pengguna internet tahun 1999 menunjukkan karakter pengguna internet di Indonesia berdasarkan jenis kelamin di dominasi oleh kaum laki-laki dengan persentase hampir 90% sedangkan kaum wanita hanya lebih kurang 10% (majalah internet, 25 Juli 2002). Hadirnya penggunaan internet secara massal melalui sistem komunikasi yang bermediasi komputer disebut oleh Rogers “teknologi media komunikasi baru” (1986)

Lahirnya teknologi komunikasi baru ternyata menggiring kita untuk menyebut abad ini sebagai abad komunikasi massa karena setiap orang dapat berkomunikasi dengan jutaan orang secara serentak dan serempak. Berlo (1975) dalam Fisher (1986) menamakan ledakan informasi dan revolusi teknologi yang terjadi dewasa ini sebagai “revolusi” dalam komunikasi. Dofivat (1967) dalam Rahmat (1999) berpendapat bahwa teknologi komunikasi mutakhir telah menciptakan apa yang disebut “publik dunia”. Liliweri (2003) menyebut gejala ini dengan istilah masa budaya elektronik. Beberapa ciri dari budaya elektronik yang dikemukakannya antara lain: (1) membagi informasi dengan sangat cepat; (2) proses penggandaan dan banyak copy diperoleh dengan cara yang mudah; (3) satu copy dapat diakses oleh orang banyak; (4) pelajaran baru kini disebut sebagai membaca linier; (5) ada semacam konsensus yang berjangka waktu lama, tetapi dengan partisipasi yang lebih seimbang; (6) menekan status dan tatanan sosial melalui tanda-tanda tertentu; (7) etiket tidak terlalu kuat sehingga individu bebas memperluas norma-norma yang dipertukarkan; (8) kerja kolaboratif bisa tepat pada waktunya dan jaraknya lebih besar; (9) komunikasi dapat membagi aspek-aspek bidang lisan maupun tulisan; (10) memberi sumbangan pada pembaharuan dan pemanfaatan organisasi baru; (11) alat-alat khusus sangat diperlukan sebagai syarat untuk berpartisipasi; (12) telah terjadi pengayaan informasi disatu pihak dan terjadi jurang kemiskinan di pihak lain.

Teknologi komunikasi baru ternyata juga memberi pengaruh terhadap meningkatnya bidang penelitian komunikasi. Isu-isu yang dikaji telah dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi. Salah satu bidang penelitian baru yaitu penelitian terhadap isi pesan e-mail (electronik mail) yang merupakan salah satu fasilitas yang paling banyak digunakan di internet. Hal ini karena e-mail merupakan alat komunikasi paling murah dan cepat. Melalui e-mail kita dapat berhubungan dengan siapa saja yang terhubung ke internet di seluruh dunia. Dalam berbagai survei Internet yang dapat dilihat di http://dir.yahoo.com/computers and_internet/statistics_and_Demograpgics/surveys, maupun dalam berbagai kesempatan seminar dan diskusi, ternyata aplikasi tama yang digunakan pengguna internet untuk berkomunikasi dan bersilaturrahmi bukan sekedar akses web. Survei yang dilakukan oleh GVU (http://www.gvu.gatech.edu/user_surveys/) terlihat bahwa 84% responden memilih e-mail sebagai aplikasi yang paling penting di internet (Onno:2003).

Salah satu kegunaan unik dari fasilitas e-mail ini yaitu terdapatnya pengguna yang berada pada grup tertentu. Penggunaan e-mail untuk forum diskusi kelompok yang besar dikenal dengan teknik atau aplikasi mailing list. Selanjutnya mailing list menjadi aplikasi dasar utama dalam pembentukan berbagai komunitas cyber. Anggota grup akan menerima pesan-pesan yang terkirim ke alamat group secara serentak.

Mailing list ini memberi setiap pribadi suatu wewenang untuk mengirimkan berbagai pesan yang berisi aneka ragam pikiran kepada ribuan orang tanpa disunting. Mailing list di sini berperan sebagai sebuah laporan pelanggan berkesinambungan karena setiap orang tak henti-hentinya menyumbangkan pandangan, pengalaman, peringatan melalui e-mail mereka.

Berawal dari hal inilah kemudian muncul apa yang disebut dengan istilah “demokratisasi informasi” yang memandang fasilitas ini benar-benar suatu forum demokratis karena pada jaringan ini komunikasi setiap orang ditangani secara merata. Ditambahkan lagi fasilitas komunikasi baru ini menjadi media diskusi antara pihak-pihak dengan ideologi dan kepentingan yang berbeda-beda.

Demikian halnya yang terjadi di mailing list UNHAS-ML yang sejak 1 September 1999 telah dipenuhi berbagai pesan yang beraneka ragam kandungan sosioemosinya, juga menjadi forum diskusi bagi anggotanya.

Namun sayangnya dari hasil pengamatan awal yang dilakukan, forum ini telah menjadi arena perang simbolik untuk beberapa topik tertentu. Para anggota grup pada umumnya telah terjebak beropini secara emosional dalam menonjolkan kerangka pemikiran, perspektif, konsep dan interpretasi masing-masing dalam memaknai suatu objek pesan. Akibatnya, lahirlah deskripsi atau eksplanasi yang bersifat tendensius. Perdebatan yang terjadi pun menyiratkan tendensi untuk melegitimasi diri sendiri dan mendelegitimasi pihak lawan. Terjadi pro dan kontra dan masing-masing pihak memberi argumentasi pembenaran, bahkan sangat jelas siapa dan bagaimana anggota-anggota grup mendukung atau menolak pemikiran anggota-anggota lain.

Gejala komunikasi seperti ini dapat dilihat dari beberapa kutipan e-mail dari anggota mailing list UNHAS-ML berikut ini:

“Visi ozpek Setiap tahun akademi baru zenior-zenior menyambut maba dan meneruskan visi yang telah terbentuk (jangan tanya saya siapa yang membentuk visi yang sudah terbangun…..karena saya harus mengontak sejumlah beliau-beliau dan meminta mereka bercerita). Beberapa visi itu misalnya menumbuhkan rasa percaya diri maupun rasa kebersamaan bagi mhs baru untuk menempuh kuliah, yang katanya lebih berat dari masa sekolah menengah. Dan metode pemasukan visi ini adalah ozpek, yang sebagian orang bilang in-doktrinasi ?

Metode ozpek karena saya lulusan teknik, jadi pernah merasakan ozpek, maka bolehlah saya bercerita sedikit tentang ozpek.

……………………………………………………………………………………………….Visi agar memiliki kemauan kuat “ we are the champion” ini didasarkan pada kenyataan bahwa kuliah di teknik memang berat. Dan sedapatnya harus mengalahkan beban kuliah ini…………………..Kemudian visi kebersamaan, agar anak daerah tidak minder terhadap anak kota maka visi kebersamaan dicecoki kedalam kepala maba (kalau sekarang mungkin fasilitas daerah tidak kalah dengan Makassar…?. (4657)

“Pak Tjaronge

“We are the champion” mungkin memang benar. Tapi dalam soal belajar, tidak ada sama sekali orientasi juara. Sejak masa belajarnya Aristoteles hingga ada Unhas secara konseptual, yang dibutuhkan bukan juara. Yang ada hanyalah “berhasil” atau “sukses”, seperti bapak hendak capai di negeri rantau. Tapi kalau Pak Tjaronge mau “the champion” silakan saja. Tapi menurut saya, untuk komunitas ilmiah, terlalu kampungan memuja “the champion”. Saya kira, kalau mahasiswa teknik hendak “the champion”, mestinya dalam hal-hal yang berkaitan dengan bidang studinya. Bukan ‘the champion’ memasang umbul-umbul tengkorak sepanjang pintu I Unhas, atau mengecet dinding kampus dengan warna hitam-merah.……………...……………….. (4686)

……………., kita juga bisa bertanya apa syarat perlunya “We Are The Champion”. Sebab kalo diklaim saja itu nda’ benar. Tentu ada pembenarannya, dan saya kira disinilah intinya pada saatnya pada saat klaim itu diindoktrinasi. Mari kita tanya pada saudara-saudara kita, “Why you klaim your self to be the champion”. Sebelum dijawab, sebenarnya perlu disorot tentang keberadaan champion. Kalo menurutSaudara W. Tjaronge, ini khan hanya untuk mahasiswa FT, saya kira ini ndak sepenuhnya benar, sebab dengan menyebut diri ‘We Are The Champion’, implisit ada “they”. They itu ndak champion. Implisist lagi, “We defeat them in match”. Makanya dibilang macthnya kan nda’ ada. Kalo menurut sdr Maqbul Halim, adopsi kata “champion’ implikasinya seolah-olah kita memandang proses belajar sebagai pertandingan. Thus, ada pihak juara dan ada pihak ndak juara. Sebab menyebut diri “We Are The Champion” secara tidak langsung bahwa “ I am better than others”. (4689)

………………………………………………………………………………...

Saya yang memilih dan memberikan pertama kali lagu “We Are The Champion” di Opspek angjatan 1989, ini memang doktrin untuk mengukuhkan tekad JUARA dalam pergulatan melawan sikap sombong, arogan (wakti itu saya membaca ada kecenderungan sikap superior dari mahasiswa Teknik), huga juara intelektualitasnya, tekad melawan ketidakadilan di kampus, KKN Di Kampus, dosen-dosen yang bermental feodalis. Kami orang-orang dari fakultas teknik BUKAN BINATANG tasrief, yang mengajarkan hukum rimba pada adik-adik. Kami juga mendalami AGAMA. Ekses adalah konsekuensi yang mungkin terjadi dalam implementasi suatu konsep. (4657)
Penelitian yang berkaitan dengan isi pesan e-mail telah dilakukan oleh para ahli. Rogers (1986) melakukan penelitian terhadap pesan-pesan yang terposting di beberapa computer bulletin board California. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui topik-topik apa saja yang banyak melibatkan diskusi yang panjang sepanjang musim gugur tahun 1984. Penelitian Rogers tersebut menunjukkan bahwa topik tentang keadilan dalam kinerja Presiden Reagen, agama dan undang-undang di Amerika Serikat dan kegagalan beberapa satelit yang diluncurkan oleh beberapa kapal angkasa Amerika Serikat merupakan topik-topik yang menjadi bahan diskusi yang panjang.

Love dan Rice dalam Rogers (1986) juga melakukan penelitian terhadap kandungan sosioemosi isi pesan e-mail. Menurut Love dan Rice dalam penelitiannya terhadap kelompok pengguna mailing list yang berprofesi sebagai dokter, terdapat 30 persen dari 2347 kalimat yang diambil dari 388 pesan yang dijadikan sampel penelitian, memiliki masing-masing persentase yang berbeda untuk setiap jenis kandungan sosioemosinya. Jenis kandungan sosioemosi yang paling banyak yaitu yang menunjukkan sosioemosi solidaritas (18%) dari seluruh kalimat yang dijadikan sampel kemudian pemberian informasi pribadi (8%).

Fenomena di mailing list inilah yang menurut penulis menarik untuk diteliti. Mewakilkan opini melalui perangkat elektronik menjadi suatu bidang penelitian yang patut diperhitungkan dan mendorong penulis untuk mencoba mengangkatnya menjadi kajian peneltian.
  1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   14

Share ing jaringan sosial


Similar:

Rahmawati 08/268028/SA/14404

Abstrak IV

Abstrak II

Abstrak binatang

Abstrak dan

Abstrak (12 pt, bold, italic)

Abstrak latar Belakang

Abstrak: Mother Tongue

Abstrak almuttahidin. 2010

Abstrak Emi Anifah, Reza Anggraeni, Rizky Meilynda

Sastra


Nalika Nyalin materi nyedhiyani link © 2000-2017
kontak
s.kabeh-ngerti.com
.. Home