Sutradara: Eros Djarot; Pemain: Christine Hakim, Pitrajaya Burnama, Hendra Yanuarti, dan Slamet Rahardjo. Opera Jawa


download 31.29 Kb.
jenengSutradara: Eros Djarot; Pemain: Christine Hakim, Pitrajaya Burnama, Hendra Yanuarti, dan Slamet Rahardjo. Opera Jawa
KoleksiDokumen
s.kabeh-ngerti.com > Astronomi > Dokumen
Program acara Sejarah Adalah Sekarang 4 (BFN ’10)


  1. PEMUTARAN FILM

1-31 Maret 2009

Kineforum DKJ, Kompleks Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya No. 73 Jakarta Pusat

(Semua pemutaran film GRATIS)
Program Film:

  1. B.O.W Soekarno M. Noer


Body of Works merupakan salah satu program yang selalu ada setiap penyelenggarakan Bulan Film Nasional (2007 : Asrul Sani, 2008 : Suzanna, 2009: Bing Slamet, dan DjadugDjajakusuma). Program ini bentuk apreasi penghargaan terhadap dedikasi seorang pekerja film terhadap dunia perfilm.

Pada Sejarah adalah Sekarang 4 ini akan menghadirkan aktor watak Indonesia yang kehadirannya di layar sangat kuat selama tiga dekade Soekarno M Noer.
Film yang diputar :

  1. Raja Jin Penjaga Pintu Kereta Api (1974); Sutradara: Wahab Abdi ; Pemain: Soekarno M Noor, Rina Hassim, Mansjur Sjah, dan Tan Tjeng Bok

  2. Di Balik Tjahaja Gemerlapan (1966); Sutradara: Misbach Jusa Biran; Pemain: Soekarno M Noer, Titiek Puspa, Nani Widjaja, dan Rachmat Kartolo

  3. Senyum di Pagi Bulan Desember (1974); Sutradara: Wim Umboh; Pemain: Soekarno M Noer, Rachmat Hidayat, Kusno Sudjarwadi, dan Santi Sardi

  4. Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982); Sutradara: Chaerul Umam; Pemain: Soekarno M Noer, El Manik, Dewi Irawan, dan Soultan Saladin.

  5. Suci Sang Primadona (1977); Sutradara: Arifin C Noer; Pemain: Soekarno M Noer, Joice Erna, Rano Karno, dan Awaludin.

  6. Pagar Kawat Berduri (1961); Sutradara: Asrul Sani, Pemain; Soekarno M Noer, Ismed M Noer, Wahab Abdi, dan Mansjur Sjah.

  7. Opera Jakarta (1985); Sutradara: Sjuman Djaya; Pemain: Soekarno M Noer, Zoraya Perucha, Ray Sahetapy, dan Nani Widjaja.




  1. Godaan Mata

Film-film ini adalah karya-karya yang secara artistik mendapat pujian dari berbagai kalangan. Elemen-elemen yang menyusun penampilan suatu film sangat ditunjang oleh penataan artistiknya: rancang ruang, perabot/properti, kostum dan tata riasnya. Dari sisi penampilan semua judul dalam program ini menawarkan satu hal: godaan buat mata kita.

Film yang diputar:

  1. Doea Tanda Mata (1984); Sutradara: Teguh Karya; Pemain: Jenny Rachman, Alex Komang, Sylvia Widiantono, dan Piet Pagau

  2. Tjoet Nja’ Dhien (1986); Sutradara: Eros Djarot; Pemain: Christine Hakim, Pitrajaya Burnama, Hendra Yanuarti, dan Slamet Rahardjo.

  3. Opera Jawa (2006); Sutradara: Garin Nugroho; Pemain: Artika Sari Devi, Eko Supriyanto, Martinus Miroto dan Slamet Gundono.

  4. Gie (2004); Sutradara: Riri Riza; Pemain: Nicholas Saputra, Jonathan Mulia, Thomas Y Nawilis, dan Sita Nursanti.

  5. Impian Kemarau (2004); Sutradara: Ravi Bharwani, Pemain: Levie Hardigan, Clara Sinta, Ria Irawan, dan Jabrik Gelandang

  6. Roro Mendut (1982); Sutradara: Ami Prijono; Pemain: Meriam Bellina, Mathias Muchus, WD Mochtar, dan Sunarti Rendra.

  7. Puisi Tak Terkuburkan (1999) Sutradara: Garin Nugroho, Pemain: Ibrahim Kadir, Berliana Febriyanti, El Manik, dan Almak Baldjun.




  1. Film Remaja Lintas Zaman

Program ini adalah persembahan untuk sahabat-sahabat remaja kineforum yang selalu saja penasaran mengunjungi halaman ‘Nonton kehidupan anak muda dari berbagai belahan dunia’ di blog kineforum.

Sedikit berbeda dari tawaran di blog, kali ini kineforum menawarkan pengalaman lintas waktu, sejak dekade 1960-an sampai 2000-an. Barangkali apa yang kita lihat pada film tahun 1960-an bisa membuat kita terkikik geli karena begitu jauh bedanya dengan kehidupan kita sekarang. Tapi buat yang masih punya orangtua atau kakek/nenek yang mengalami zaman itu, cerita film ini bisa menjadi bahan obrolan yang menyenangkan dengan mereka

Film yang diputar:

  1. Masa Topan dan Badai (1963); Sutradara: D Djajakusuma; Pemain: Wahab Abdi, Sri Redjeki, Sari Narulita, dan Keiko.

  2. Catatan si Boy (1087); Sutradara: Nasri Cheppy; Pemain: Ongky Alexander, Meriam Belina, Dede Yusuf, dan Ayu Azahari.

  3. Lupus (Tangkaplah Daku Kau Kujitak) (1987); Sutradara: Achiel Nasrun; Pemain: Ryan Hidayat, Nurul Arifin, Agyl Shahriar, dan Septian Dwicahyo

  4. Surat Untuk Bidadari (1992); Sutradara: Garin Nugroho; Pemain: Windy Prasetyo, Budi Utomo, Viva Westy, dan Adi Kurdi.

  5. Ada Apa Dengan Cinta (2001) Sutradara: Rudi Soedjarwo; Pemain: Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Titi Kamal, Sissy Priscilla, dan Ladya Cheryl.

  6. Mengejar Matahari (2004); Sutradara: Rudi Soedjarwo; Pemain: Winky Wiryawan, Fedi Nurul, Udjo Project Pop, dan Fauzi Baadila

  7. Catatan Akhir Sekolah (2004); Sutradara: Hanung Bramatyo; Pemain: VJ Ramon, Marcel Chandrawinata, Vino G Sebastian, dan Alexandra Joanna.



  1. Festival 80-an

Festival Film 80an akan memutarkan film-film pada tahun 1980-1989 dengan maksud melestarikan film-film Indonesia khususnya pada era 80-an. Banyak karya film yang tercipta dan bahkan membawa nama Indonesia harum di kancah Internasional.
Film yang diputar:

  1. Istana Kecantikan (1988); Sutradara: Wahyu Sihombing, Pemain: Mathias Muchus, Nurul Arifin, Robby Sutara dan Joice Erna.

  2. Noesa Penida (1985); Sutradara: Galeb Husein, Pemain: Ida Ayu Made Diastini, Ray Sahetapy, Rita Zahara dan Sutopo HS.

  3. Matahari-matahari (1985); Sutradara: Arifin C Noer, Pemain: Marissa Haque, Wawan Wanisar, Rima Melati, dan Jajang C Noer.

  4. Ibunda (1986); Sutradara: Teguh Karya, Pemain: Tuti Indra Malaon, Alex Komang, Ayu Azahari dan Ninek L Karim

  5. Pacar Ketinggalan Kereta (1988); Sutradara: Teguh Karya, Pemain: Tuti Indra Malaon, Rachmat Hidayat, Niniek L Karim dan Nurul Arifin.

  6. Di Balik Kelambu (1982); Sutradara: Teguh Karya, Pemain: Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Rima Melati dan Nungky Kusumastuti.

  7. Budak Nafsu (1983); Sutradara: Teguh Karya, Pemain: Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Rima Melati dan Nungky Kusumastuti.

  8. Cintaku Di Rumah Susun (1987); Sutradara: Nya Abbas Akup; Pemain: Eva Arnaz, Dedy Mizwar, Rima Melati dan Asmuni




  1. Laki-Laki Di Mata Lensa Film Indonesia


Film yang diputar:

  1. Lewat Jam Malam (1954); Sutradara: Usmar Ismail; Pemain: AN Alcaff, Netty Herawati, Dahlia, dan Bambang Hermanto.

  2. Wajah Seorang Laki-Laki (1971); Sutradara: Teguh Karya; Pemain: Rima Melati, WD Mochtar, Laila Sari, Hanny Ray, dan Ferry Irawan.

  3. Laki Laki Pilihan (1973): Sutradara: Nico Pelamonia; Pemain: Nico Pelamonia, Dicky Zulkarnaen, Ami Prijono, dan Frank Rorimpandey.

  4. Kembang Kertas (1984); Sutradara: Slamet Rahardjo; Pemain: Dewi Yull, Herman Felani, Lenny Marlina, dan Zainal Abidin.

  5. Cinta Dalam Sepotong Roti (1990); Sutradara: Garin Nugroho; Pemain: Tio Pakusadewo, Rizky Erzet Theo, dan Adjie Massaid

  6. Kuldesak (1997); Sutradara: Mira Lesmana, Nan Achnas, Riri Riza dan Rizal Mantovani; Pemain: Oppie Andaresta, Dick Doank, Harry Suharyadi, dan Ryan Hidayat.




  1. Indonesia di Pentas Dunia

Program ini adalah perkenalan kembali karya-karya film Indonesia yang sudah memasuki panggung dunia. Dalam program ini kita akan melihat karya paling mutakhir yang mengalami pemutaran di festival-festival internasional
Film yang diputar:

  1. Apa Jang Kau Tjari, Palupi? (1969); Sutradara: Asrul Sani, Pemain: Farida Sjuman, Pitrajaya Burnama, Ismed M Noor dan Widyawati.

  2. At the Very Bottom of Everything (PREMIERE) (2010) Sutradara: Paul Agusta; Pemain: Kartika Jahja, T. Rifnu Wikana, dan Bianca Timmerman.

  3. Berbagi Suami (2006); Sutradara: Nia Dinata; Pemain: Jajang C Noer, El Manik, Tio Pakusadewo, dan Lukman Sardi.

  4. Jaka Sembung Sang Penakluk (1981) Sutradara: Sisworo Gautama Putra, Pemain: Barry Prima, Eva Arnaz, Dana Christina, dan Dicky Zulkarnaen.

  5. The Photograph (2007); Sutradara: Nan Achnas; Pemain: Shanty, Lim Kay Tong, Indy Barends dan Lukman Sardi.

  6. Jermal (2008) Sutradara: Rhavi L Bharwani dan Rayya Makarim; Pemain: Iqbal S Manurung, Didi Petet, Yayu A.W Unru dan Chairil A. Dalimunthe.

  7. Langitku Rumahku (1989); Sutradara: Slamet Rahardjo, Pemain: Soenaryo, Banyubiru, Pitrajaya Burnama dan Yati Sunarjo.

  8. Pintu Terlarang (2009) Sutaradara: Joko Anwar; Pemain: Fachri Albar, Marsha Timothy, Ario Bayu dan Tio Pakusadewo.

  9. Naga Bonar Jadi 2 (2007); Sutradara: Deddy Mizwar dan Cassandra Massardi, Pemain: Deddy Mizwar, Tora Sudiro, Wulan Guritno dan Darius Sinathrya.

  10. Pasir Berbisik (2000); Sutradara: Nan Achnas; Pemain: Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Dian Satrowardoyo dan Didi Petet.

.

  1. Hantu-Hantu Dalam Film Horor Indonesia

Program ini merupakan hasil penelitian skripsi terhadap sekitar 210 film horor yang diproduksi di Indonesia dari periode 1926-2008. Selama periode Orde Baru hingga pasca-reformasi, film horor mengalami perkembangan naratif dan ikonografi yang di satu sisi menghadirkan kesinambungan (kehadiran hantu, motivasi dendam), tetapi di sisi lain menghadirkan variasi dan perkembangan baru yang menarik, terutama menyangkut sumber cerita, ikonografi, setting dan alur.  
Film yang diputar:

  1. Beranak dalam Kubur (1971); Sutradara: Awaludin; Pemain: Suzanna, Mieke Wijaya, Dicky Suprapto dan Ami Prijono.

  2. Mistik/Punahnya Rahasia Ilmu Iblis (1981); Sutradara: Tjut Djalil; Pemain: Ilona Agathe Bastian, Herry S, Sofia WD dan WD Mochtar.

  3. Sundel Bolong (1981); Sutradara: Sisworo Gautama; Pemain: Suzanna, Ruth Pelupessy, Rudy Salam dan Barry Prima.

  4. Jelangkung (2001); Sutradara: Jose Poernomo; Pemain: Wingky Wiryawan, Melanie Aryanto, Ronny Dozer dan Harry Pantja.

  5. Pocong 2 (2006); Sutradara: Rudi Soedjarwo,Pemain: Revalina S Temat, Ringgo Agus Rahman, Risty Tagor dan Dwi Sasono.

  6. Angker Batu (2007); Sutardara: Jose Poernomo; Pemain: Mieke Amalia, Yama Carlos, Susilo Badar dan Imelda Therinne.

  7. Kuntilanak (2006); Sutaradara: Rizal Mantovani; Pemian: Julie Estelle, Evan Sanders, Ratu Felisha dam Alice Iskak

  8. Hantu (2007); Sutradara: Adrianto Sinaga; Pemain: Dwi Andika, Okan Antara, Dhea Ananda dan Andhika Gumilang

  9. Primitif (1978); Sutadara: Sisworo Gautama; Pemain: Enny Haryono, Barry Prima, Johan Mardjono dan Rukman Herman.



  1. PAMERAN SEJARAH BIOSKOP DI INDONESIA

1-31 Maret 2010, pukul: 12.00 – 21.00 (Teater Kecil, TIM)

Pameran Sejarah Bioskop Indonesia menampilkan alur sejarah, potongan berita, dokumen, foto, barang, maupun catatan publik yang mengikuti perjalanan bioskop Indonesia dari 1900 hingga kini. Pameran yang diselenggarakan sejak 2008 ini merupakan pameran yang tumbuh bersama penelitian berkala yang hasilnya dipamerkan setiap tahun di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada bulan Maret. Pameran Sejarah Bioskop Indonesia adalah bagian dari acara Sejarah adalah

Penanggung Jawab : Ardi Yunanto


  1. PUBLIK untuk RUANG PUBLIK; KONSER TAMAN

14 Maret 2010, (jam, tempat, dan HTM dalam konfirmasi)

Acara penggalangan dana untuk biaya operasional Kineforum dengan konsep konser Taman yang mengangkat tema tahun ini adalah “Rock”, akan diadakan diskusi dengan tema Soal Sejarah Industri Musik Indonesia dan Permasalahannya yang diangkat ke dalam film. Akan diputar film Duo Kribo, dan juga Ambisi
Fact:

Dalam tahun 2008, kineforum sempat berhenti menjalankan program karena keterlambatan dana Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah DKI Jakarta. Saat ini jalannya kegiatan di kineforum hampir seluruhnya masih dibiayai dengan dana Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah DKI. Untuk kegiatan pertemuan kita di kineforum terhambat lagi, kami ingin pelan-pelan lebih menguatkan dukungan publik penonton terhadap kineforum.
Pada Agustus 2008 lalu, misalnya, lalu lampu proyektor digital kineforum dibeli sepenuhnya dengan dana hasil donasi penonton. Dengan bangga dan rasa terimakasih yang besar, kami mengakui besarnya arti dukungan publik. Tanpa publik penonton kami tentu bukan apa-apa!
Pengisi acara : gribs , the trees and the wild, dan that’s rockefeller

Penanggung Jawab : Indra Ameng



  1. Pemutaran Film dan Pesta Kostum

31 Maret 2010, (jam, tempat, dan HTM dalan konfirmasi)
Acara ini merupakan acara penggalangan dana untuk biaya perawatan film koleksi Sinematek Indonesia dengan konsep pemutaran film yang seluruh penontonnya menggunakan kostum yang sesuai dengan setting film yang akan diputar. Film yang akan di putar 3 Dara setting tahun 1965, kenapa film 3 Dara? karena film ini merupakan film yang bisa dikatakan menjadi inspirasi untuk setiap penonton yang menonton film ini. Dalam film ini menggambarkan tentang hubungan persaudaraan dan kisah cinta pada masa itu. Setelah pemutaran akan diselenggarakan mini konser.
Pengisi acara : Frau, Tika and The Dissidents, dan Endah and Resha

Penanggung Jawab : Indra Ameng

Share ing jaringan sosial


Similar:

Pergumulan Kata-kata Christine Hakim

Tanggapan untuk sdr. Lukman hakim

Ópera en cuatro actos de Giacomo Puccini

La compañÍa lírica opera 2001 presenta

Marsudi Basa Jawa lan Sastra Jawa smp/MTs Kelas IX

Marsudi Basa Jawa lan Sastra Jawa smp/MTs Kelas VIII

Filsafat Jawa dan Kearifan Lokal [1]

Islam dan kebudayaan di Indonesia, atau lebih tepatnya, persentuhan...

Kurikulum muatan lokal bahasa, sastra dan budaya jawa sma/MA/smk

Kurikulum muatan lokal bahasa, sastra dan budaya jawa sma/MA/smk

Sastra


Nalika Nyalin materi nyedhiyani link © 2000-2017
kontak
s.kabeh-ngerti.com
.. Home